Guru dan Pegawai MAN 1 Boyolali Dalami Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim Bersama KH. Ahmad Harir
BOYOLALI (MANSABOY) – Di tengah padatnya aktivitas akademik Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) dan ASAS, MAN 1 Boyolali tetap memprioritaskan penguatan spiritualitas dan etika kependidikan bagi seluruh civitas akademika.
Siang ini, bertempat di lingkungan madrasah, para guru dan pegawai melaksanakan kegiatan kajian kitab kuning secara berjamaah selepas menunaikan ibadah salat Zuhur. Kegiatan rutin ini menghadirkan tokoh ulama kharismatik, KH. Ahmad Harir, SH., yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Dawar.
Dalam kajian kali ini, KH. Ahmad Harir membedah kitab monumental karya Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari, yaitu Adabul Alim wal Muta’allim. Kitab ini secara khusus membahas tentang etika dan tata krama bagi pendidik (guru) dan peserta didik dalam proses belajar-mengajar.
Keluasan ilmu dan penyampaian yang bernas dari KH. Ahmad Harir membuat suasana kajian terasa sangat hidup. Meski durasi kajian terbatas, antusiasme bapak dan ibu guru serta pegawai terlihat sangat tinggi dalam menyerap setiap butir hikmah yang disampaikan.
KH. Ahmad Harir menjelaskan beberapa poin adab guru terhadap muridnya, diantaranya 1) Niat yang tulus dan kasih sayang, seorang guru hendaknya mengajar dengan niat mencari Ridha Allah, bukan materi atau popularitas, 2)memudahkan dan menyederhanakan materi, ketika menjelaskan materi guru harus menggubakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, tidak menyampaikan materi yang belum mampu dijangkau oleh akan murid dan mendorong murid untuk bertanya jika ada yang belum jelas, 3)memberikan motivasi dan nasihat, guru harus rajin memberikan semangat motivasi agar murid semangat menuntut ilmu, 4) menjagawa kewibawaan dan keadilan dan 5) Guru perlu peka terhadap kondisi dan psikologis murid.
“Ilmu yang beliau sampaikan sungguh luar biasa dan sangat relevan dengan keseharian kita sebagai pendidik. Rasanya waktu berjalan begitu singkat saat mendengarkan paparan beliau mengenai adab dan kemuliaan ilmu,” ungkap salah satu perwakilan guru.
Kegiatan kajian ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan wawasan intelektual, tetapi juga menjadi sarana charging spiritual bagi para guru agar dapat membimbing siswa dengan hati dan adab yang mulia.
Keluarga besar MAN 1 Boyolali juga memanjatkan doa terbaik untuk sang pemateri. Semoga KH. Ahmad Harir senantiasa diberikan kesehatan yang paripurna, keberkahan usia, dan perlindungan dari Allah SWT agar terus dapat menebar manfaat bagi umat.
Dengan bekal ilmu adab ini, diharapkan bapak dan ibu guru MAN 1 Boyolali dapat terus menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk mencetak generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga luhur secara budi pekerti.











Users Today : 38
Users Yesterday : 37
Users Last 7 days : 291
Users Last 30 days : 1228
Users This Month : 878
Users This Year : 5981
Total Users : 47685
Views Today : 89
Views Yesterday : 81
Views Last 7 days : 506
Views Last 30 days : 1909
Views This Month : 1426
Views This Year : 7950
Total views : 103098
Who's Online : 0