Our Visitor
0
5
4
5
6
1
Users Today : 24
Users Yesterday : 22
Users Last 7 days : 206
Users Last 30 days : 1053
Users This Month : 1015
Users This Year : 12857
Total Users : 54561
Views Today : 78
Views Yesterday : 51
Views Last 7 days : 366
Views Last 30 days : 1604
Views This Month : 1542
Views This Year : 18997
Total views : 114145
Who's Online : 0
Your IP Address : 216.73.217.38
Server Time : 2026-09-30Powered By WPS Visitor Counter
MAN 1 Boyolali dengan bangga diberdayakan dengan WordPress
” Kegiatan membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktivitas yang penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan seseorang baik dalam pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat terutama untuk menumbuhkan kreativitas dan pola pikir dalam menghadapi era globalisasi sehingga akan terwujud peserta didik yang berkualitas dan berkarakter yang mampu mengimbangi perkembangan zaman “, hal tersebut disampaikan salah satu guru bahasa Indonesia Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 boyolali Arif Hidayatjati, S.Pd pada sela kegiatan literasi siswa madrasah rabu (25/10).
Kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap hari rabu dan sabtu selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai adalah strategi intervensi membaca di MAN 1 Boyolali untuk terwujudnya siswa sadar literasi yang ditunjukkan dengan meningkatnya budaya baca-tulis di kelas dan perpustakaan serta meningkatkan daya saing prestasi akademik maupun non akademik melalui peningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan akibat minat baca yang tinggi. Penyadaran literasi dalam lembaga pendidikan madrasah juga bertujuan mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran budaya literasi, antara lain guru dan karyawan sebagai teladan bagi siswa, perpustakaan sebagai pusat kegiatan baca tulis dan siswa sebagai sasaran utama kegiatan literasi.